Wednesday, August 31, 2016

Jangan khawatir, orang tua pilih kasih itu tidak pernah ada

Saya bukan orang tua, jadi nggak berhak ngasih komentar tentang orang tua yang pilih kasih.

Tapi yg jelas itu tabu untuk dibicarakan, kalaupun ada yg iseng ngomongin mereka akan dianggap mengada-ada meskipun kita bisa liat bukti dari binatang yg membuang sebagian anaknya, binatang itu jujur. Paling juga dimasa depan nanti orang tua seperti itu akan bertanya2 kenapa salah satu anaknya yg 'terlupakan' jadi 'nggak bener', dan mereka akan berkata 'liat 'kan? Dari dulu dia orangnya nggak bener makanya dia tersisihkan."

Ada juga yg bilang katanya anak yg tersisihkan bakal sukses, tapi tahukah anda bahwa walau tersisihkan tapi bukan berarti bebas dari peraturan yg mengikat, ini ga boleh itu ga boleh, bisa apa coba? Dan orang tuanya pun dimasa depan akan komentar "emang dari dulu dia begitu, nggak berguna."

Tapi semua orang tau jadi orang tua itu berat, makanya lakukan saja semau anda; sayangilah anak yg anda suka dan sisihkan anak yg anda tidak suka (tapi jangan dibuang karena bisa mencoreng nama baik keluarga). Dan jangan lupa untuk tidak protes jika setelah dewasa nanti anak yg tersisihkan itu jadi tidak percaya lagi sama 'kemanusiaan', bahkan jadi sosiopat atau psikopat.

Ciri2 Anak terbuang (versi manusia);
  • Orang tua tidak pernah mendengarnya.
  • Orang tua tidak pernah meminta pendapatnya.
  • Orang tua tidak pernah sadar dia sakit atau kenapa.
  • Meskipun sakit paling cuma dibilang bohongan, tidak ada istilah berobat.
  • Semua uang kebutuhan di kasih pas2an (misal; bis 4000, maka di kasih ongkos 8000 pp, nggak ada istilah jajan), sementara buat saudara lain (dengan umur dan keperluan yang hampir sama) selalu ada extra, bahkan walau hilang percuma pun dimaklumi.
  • Kalau ada masalah yang menarik dari itu anak, orang tua akan meminta ceritanya dengan detail, bukan untuk memberi solusi tapi untuk bahan cerita ke sodara atau tetangga.
  • Orang tua selalu mengungkit apa yg udah mereka kasih ke anak itu dan selalu menyuruh mereka untuk bersyukur dikasih tempat tinggal dan makan tiap hari, walau itu memang kewajiban setiap orang tua menurut undang-undang negara.

Ya, tentu saja, tidak perlu mengakui hal seperti ini exist di dunia, manusia berhak menjaga image-nya untuk terlihat dan merasa baik.

Satu lagi (ini juga seandainya 'Orang Tua Pilih Kasih' itu ada), pihak yang rugi itu biasanya ada di anak yang lebih dapat perhatian: karena dia tidak biasa dengan tantangan/berdiri sendiri dan suatu hari nanti dia akan dibully oleh saudara yang bukan kesayangan orang tuanya.

By the way, ini ada beberapa contoh pengakuan para orang tua yang ternyata lebih sayang pada salah satu anaknya.

Ijou desu.

(Ijou desu: kebiasaan nulis kata ini sebagai penutup kalo saya bikin postingan di Facebook)