Saturday, September 10, 2016

Kita kembali dalam acara "Curhat Bersama"

Orang bilang jangan bagi kesulitan kita ke orang lain karena orang lain masing2 juga punya kesulitan sendiri.

Tapi anehnya disaat kita bertingkah aneh mereka selalu punya waktu untuk kita, waktu untuk berlagak jadi orang baik dengan nasehat2 tidak berguna dan membosankan.

Disaat kita tidak menerima nasihat standar mereka, mereka akan mencap kita dengan resmi sebagai 'berhati keras'.
Mencap itu adalah kebiasaan guru yang tidak bisa mengajar lalu menyalahkan muridnya.
Oh, saya lupa bahwa murid yang lebih tajam dari gurunya itu tidak pernah ada di dunia ini, itu keajaiban dunia.
Lalu misteri apa yang tersimpan disaat junior merasa bosan dengan semua dikte seniornya?
Dan bukankah kita baru saja mendengar keluhan mereka yang telah mencap kita dengan 'hati keras', apa pointnya dari pengecapan itu?
Trus posisi kita dimana dari 'janganlah berbagi kesulitan kita dengan orang lain'?
Dan anda baru saja mendengar keluhan saya soal yang di atas itu.

Intinya, nothing, semua hanya curhatan, dan curhat itu kadang2 baik untuk kesehatan jiwa.
Ya, saya pecinta drama di medsos karena salah satu hobi saya adalah meng-observasi tingkah manusia (observasi itu artinya memperhatikan tanpa menghakimi/minimal komentar langsung).

Ijou.

No comments:

Post a Comment