Dengan kata lain; orang
pintar merasa bodoh karena dia sering melihat orang yang lebih bodoh
darinya, sedangkan orang bodoh merasa pintar karena karena dia tidak
bisa merasakan kebodohannya.
Tentu ini bukan tanpa kontroversi.
Teori ini cukup membingungkan (setidaknya ini versi saya), kita ambil contoh pengkotakan dari sistem IQ.
1. Idiot
Tentu ini bukan tanpa kontroversi.
Teori ini cukup membingungkan (setidaknya ini versi saya), kita ambil contoh pengkotakan dari sistem IQ.
1. Idiot
2. Imbesil
3. Bodoh
4. Rata2
5. Diatas rata2
6. High intelligence
7. Genius
Menurut
test saya cuma ada di 5 saja (tapi angkanya hampir nyerempet ke 6 loh),
itu artinya di atas saya ada para 'high' dan 'genius', Sekarang anggap
aja kita ada di satu ruangan dan saya ada bersama para kelompok 1, 2, 3 ,
dan 4 tentu saja saya merasa paling pintar di sana. Tapi kalo saya
ada bersama para 5 & 6, tentu saya paling bodoh disana.
Atau mungkin teori yang saya sampaikan ini adalah teori orang rata2, karena orang genius itu tidak pernah punya waktu untuk merasa genius.
Jika ada orang yang menghumbar kegeniusannya, orang itu patut di curigai, bahkan jika orang itu hanya membahasnya, seperti saya.
Ijou desu.
No comments:
Post a Comment